Mengenal Anxiety : Gejala, Jenis dan Cara Mengatasi

Kesehatan —Kamis, 11 Nov 2021 10:57
    Bagikan  
Mengenal Anxiety : Gejala, Jenis dan Cara Mengatasi
Ilustrasi Anxiety/pint

Gangguan kesehatan mental bukanlah sesuatu yang dapat diabaikan. Pasalya gangguan kesehatam mental ini dapat berakibat buruk pada para penderitanya. Bisa aja mengganggu kelangsungan hidup sehari-harinya. Gangguan kesehatan mental ini dapat berdampak kepada pekerjaan, hubungan sosial dengan lingkungannya, hubungan dengan teman bahkan hubungan dengan keluarga.

Orang dengan gangguan kesehatan mental biasanya tidak bisa mengungkapkan apa yang ia rasakan. Mereka seringkali tidak mengerti dan tidak menyadari bahwa mereka memiliki gangguan kesehatan mental.

Kali ini mari kita bahas sedikit tentang “Anxiety”. Salah satu gangguan kesehatan mental yang seringkali tidak disadari oleh orang-orang pengidap gangguan mental tersebut.

Apa itu Anxiety?

Rasa cemas atau Anxiety adalah sesuatu hal yang normal dirasakan jika seseorang harus berhadapan dengan apa yang mereka takutkan atau bahkan mendengar kabar yang membuatnya khawatir dan ketakutan. Namun Anxiety harus diwaspadai jika rasa cemas itu muncul begitu saja tanpa ada sebab dan pemicu yang jelas.

Rasa cemas biasanya akan hilang seiring dengan hilangnya pemicu atau sebab kecemasan itu muncul. Namun pada pengidap gangguan kessehatan mental Anxiety, rasa cemas itu bisa muncul tanpa ada sebab dan tidak diketahui bagaimana menghilangkan rasa cemas tersebut karena penyebabnya yang tidak pasti. Kondisi tersebut adalah gangguan kesemasan atau Anxiety Disorder.

Baca juga: Berikut Asal Usul Kota Malang, Jawa Timur yang Belum Kalian Ketahui

Baca juga: Resep Membuat Jjampong atau Korean Seafood Noodle Dengan Mudah dan Enak

Gejala Anxiety

Biasanya orang merasakan cemas bila menghadapi situasi yang dirasa menakutkan ataupun berada di lingkungan baru yang membuatnya merasa stres karena perlu beradaptasi.

Beberapa situasi yang dapat memicu rasa cemas pada umumnya seperti memulai kerja di lingkungan yang baru, memasuki sekolah untuk pertama kalinya, memulai presentasi dan lain sebagainya. Jika beberapa faktor tersebut sudah terlewati, rasa cemas itu perlahan akan menghilang.

Orang yang sedang merasakan cemas biasanya memiliki gejala sebagai berikut :

  • Detak jantung lebih cepat
  • Gelisah, gugup dan tegang
  • Gemetar
  • Nafas yang semakin berat dan cepat
  • Pusing
  • Mual
  • Tubuh terasa lemas
  • Berkeringat
  • Sulit bahkan tidak bisa tidur
  • Merasa seperti diancam atau berada dalam bahaya

Membedakan Anxiety normal dan Anxiety berbahaya

Rasa cemas biasanya muncul karena adanya pemicu. Rasa cemas jika diubah menjadi kegiatan positif dapat membuat penderita rasa cemas merasa termotivasi.

Sebagi contoh jika Anda akan melalukan presentasi esok hari, Anda akan merasa cemas dan takut jika presentasi tidak berjalan sesuai dengan harapan, namun kemudian Anda mempelajari ulang materi yang akan Anda presentasikan besok sehingga Anda bisa presentasi lebih lancar.

Rasa cemas yang menjadi motivasi seperti itu merupakan tindakan yang baik karena Anda bisa mengubah sesuatu yang awalnya negatif dan membuat cemas menjadi positif. Namun yang perlu diwaspadai adalah jika rasa cemas itu terus muncul walaupun sang pemicu sudah hilang atau terlewati. Bahkan lebih bahaya lagi jika rasa cemas itu muncul tanpa ada sebab yang pasti.

Jika rasa cemas itu muncul tanpa ada pemicu yang jelas dan mengganggu aktivitas Anda, bisa jadi Anda mengidap gangguan kecemasan. Untuk mengetahui apakah Anda memiliki gangguan kecemasan, Anda harus berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca juga: The Beauty of Elyora Beach

Baca juga: Pesona Keindahan Obyek Wisata Waduk CirataSetiap waduk ataupun bendungan biasanya terdapat juga tempat wisata. Waduk Cirata juga sama.

Beberapa jenis Anxiety

  1. Gangguan Kecemasan Umum (Generalized Anxiety Disorder)

Seseorang dengan gangguan kecemasan umum bisa merasakan kecemasan berlebihan pada beberapa hal seperti pekerjaan, pertemanan, bahkan hubungan dengan keluarga. Gangguan ini biasanya berlangsung setiap hari selama lebih dari 6 bulan. Sehingga gangguan ini membuat penderita sulit melakukan aktivitas sehari-hari. Penderita gangguan kecemasan ini juga dapat merasa cepat lelah, pusing, mual, sulit berkonsentrasi, sesak, hingga insomnia.

  1. Fobia

Penderita fobia biasanya merasakan kecemasan atau ketakutan yang tidak rasional bial berhadapan dengan suatu benda, tempat atau pun binatang. Misalnya pada penderita fobia akan ketinggian, ia akan merasakan takut dan cemas yang amat sangat bila ia berada di ketinggian. Penderita fobia juga bisa merasakan mual, pusing hingga sesak jika berada dalam situasi tersebut. Biasanya penderita fobia akan melakukan segala cara agar keluar dari situasi yang tidak ia sukai.

  1. Gangguan Kecemasan Sosial

Penderita gangguan kecemasan sosial adalah mereka yang takut dan merasakan cemas berlebih bila bersosialisasi atau bertemu orang banyak bahkan berada di keramaian walau pun sendirian. Ia akan merasa selalu diawasi sehingga ia merasa takut dan cemas. Itu lah sebabnya ia akan menghindari bersosialisasi dengan sekitarnya.

  1. PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder)

Gangguan stres pascatrauma atau PTSD adalah jika seseorang mengalami kejadian taumatis yang tidak bisa ia lupakan dalam kehidupan sehari-hari, dalam pikirannya bahkan di dalam mimpi. Mereka biasanya pernah mengalami kejadian yang sangat traumatis seperti tinggal di daerah konflik, terkena bencana atau pernah berada di situasi yang membuatnya merasa terancam dan sangat ketakutan. Terkadang mereka pengidap PTSD ini mengalami insomnia bahkan depresi.

Baca juga: Harga Tiket dan Wahana Wendit Recreational Park

Baca juga: Sinopsis Parasite (2019)

  1. Gangguan Panik

Gangguan panik ini adalah gangguan kecemasan yang tidak dapat diprediksi kemunculanya karena biasanya muncul tanpa sebab yang jelas. Penderita gangguan panik ini juga biasanya merasakan pusing, mual, berdebar bahkan berkeringat. Karena tidak dapat diprediksi kemunculannya, maka biasanya penderita gangguan panik ini menarik diri dari lingkungannya karena takut serangan gangguan panik ini muncul di depan umum.

  1. Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD)

Gangguan obsesif kompulsf atau ODC ini biasanya melakukan kegiatan berulang kali karena dirinya merasa apa yang ia lakukan belum cukup. Misal ia merasa tangannya kotor, ia akan mencuci tangan sampai 3 kali karena terus berfikir bahwa tangannya masih kotor.

Gangguan ini biasanya tidak terkendali dan sulit dikendalikan sehingga penderita gangguan ini banyak menarik diri dari lingkungannya.

Cara engatasi gangguan kecemasan

Ini beberapa cara mengatasi gangguan kecemasan :

  • Tidur dan istirahat yang cukup
  • Kurangi mengkonsumsi minuman berkafein dan beralkohol
  • Kurangi stres, Anda bisa mencoba bermeditasi atau yoga
  • Lakukan aktivitas fisik seperti olahraga
  • Coba untuk bertukar pikiran atau bercerita dengan teman

Itu dia beberapa cara untuk mengatasi gangguan kecemasan. Semoga dapat membantu!/Reg.

Baca juga: 5 Hal yang Terjadi Pada Tubuh Jika Tidak Mengonsumsi Gula

Baca juga: 5 Fakta dan Mitos Tentang Kesehatan

 


Editor: Regina
    Bagikan  

Berita Terkait