Mengenal Malam Satu Suro, Malam Sakral Di Tanah Jawa: Asal Usul, Mitos, Serta Tradisi Saat Malam Satu Suro

Horor —Minggu, 8 Aug 2021 08:40
    Bagikan  
Mengenal Malam Satu Suro, Malam Sakral Di Tanah Jawa: Asal Usul, Mitos, Serta Tradisi Saat Malam Satu Suro
pinterest

MALANG, DEPOSTMALANG

Apa yang pertama kali kamu pikirkan jika mendengar kata malam satu suro? Satu Suro merupakan hari pertama dalam kalender Jawa di bulan Sura atau sering disebut Suro. Hal ini bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriyah.

Untuk tahun 2021 ini satu suro jatuh pada tanggal 10 Agustus 2021. Menurut kepercayaan orang jawa malam satu suro dianggap sakral dan mengandung unsur mistis.

Untuk orang Jawa pada waktu malam yang satu ini memang dispesialkan oleh sebagian orang. Karena memang banyak mitos yang menyelimutinya, dan oleh sebab itu juga kadang saat malam satu suro tiba, tidak ada orang yang mau berbuat macam-macam ataupun aneh-aneh karena konon katanya takut terkena sial.

Sebenarnya apa sih malam satu suro itu dan mitos serta tradisi apa aja yang memang dikenal oleh masyarakat setempat mengenai malam sakral ini. Yuk simak, berikut merupakan ulasan singkat dari malam satu suro mulai dari asal usul, mitos serta tradisi yang dilakukan pada saat malam satu suro.

Baca Juga : Orangtua Ayu Ting Ting Labrak Haters, Hotman Paris: Ayu Ting Ting dan Kedua Orangtuanya Agar Tidak Berlebihan

Baca Juga : Villa Pinus M61 Batu Malang, Penginapan Murah dan Nyaman di Kota Batu Malang

Asal Usul Malam Satu Suro

Sebagian besar masyarakat di tanah Jawa masih memegang teguh ajaran yang diwarisi oleh para leluhur mereka, salah satu ajarannya yang masih dilakukan adalah menjalankan tradisi Malam Satu Suro.

Satu Suro dan tradisi malam satu suro ini bermula saat zaman raja dari kerajaan Mataram yang ketiga bernama Sultan Agung sekitar tahun 1613 sampai 1645. Sejak saat itu masyarakat memang banyak sekali mengikuti sistem penanggalan tahun Saka yang memang diwarisi dari tradisi Hindu. Dan hal itu sangat bertentangan dengan masa Sultan Agung yang memang menggunakan sistem kalender Hijriyah yang diajarkan dalam Islam.

Dibalik itu Sultan Agung juga ingin menyatukan dua kubu masyarakat Jawa yang terpecah akibat memang berbeda keyakinan ini, yakni penganut Kejawen atau kepercayaan orang Jawa dan kepercayaan Islam. Lalu Sultan Agung Kemudian berinisiatif untuk bisa memperluas ajaran Islam di tanah Jawa dengan menggunakan metode perpaduan antara tradisi Jawa dan Islam.

Baca Juga : Di Hujat Netizen Bela Ayu Ting Ting, Ivan Gunawan: Sekarang Saya Membatasi Jumlah Orang yang Komentar di Instagram Saya

Sehingga dipilihlah pada tanggal 1 Muharram yang kemudian ditetapkan sebagai tahun baru Jawa dan sampai hingga saat ini setiap tahunnya tradisi Malam Satu Suro selalu diadakan oleh masyarakat Jawa.

Baca Juga : Drama Korea Terbaru Lovers of The Red Sky Sinopsis, Menceritakan Kisah Hong Cheon Gi Seorang Pelukis Muda Jenius dan Seorang Pria yang Kehilangan Penglihatannya Saat Mengalami Kecelakaan Misterius

Pada Malam Satu Suro dipercaya sebagai datangnya Ajisaka yaitu seorang raja di Legenda Jawa. Ajisaka ini datang ke pulau Jawa yang dapat membebaskan rakyat dari genggaman makhluk gaib dan seperti yang kita ketahui jatuhnya malam satu suro ini menurut tanggal Jawa juga berarti mulainya Bulan Muharram menurut penanggalan Hijriah yang menurut pandangan agama Islam justru datangnya malam satu suro ini adalah berkah bagi semua umat muslim di dunia.

Mitos Serta Tradisi Unik Masyarakat Jawa Pada Saat Malam Satu Suro

1. Dilarang Pergi ke Luar Rumah

Pada saat malam satu suro masyarakat jawa meyakini bahwa lebih baik tidak keluar rumah dikarenakan jika pergi keluar, kesialan dan hal buruk bisa saja menimpa.

2. Tidak Boleh Mengadakan Pesta

Biasanya Masyarakat Jawa memiliki metode penghitungan sendiri terkait menentukan hari baik entah itu untuk pernikahan, acara pemberkatan atau mengadakan pesta syukuran. Namun hitungan tersebut tak berlaku pada malam 1 Suro.

Pada kepercayaan masyarakat Jawa tidak diperbolehkan melakukan segala macam jenis pesta pada malam yang satu ini, karena jika dilakukan katanya akan mengakibatkan kesialan.

3. Makhluk Halus Bergentayangan

Malam satu suro memang diselimuti dengan misteri menyeramkan tentang mahluk halus. Konon katanya, pada malam satu suro tersebut, makhluk-makhluk gaib akan bergentayangan karena malam tersebut merupakan pestanya makhluk gaib.

4. Tradisi Memandikan Pusaka

Tradisi memandikan pusaka menjadi salah satu kegiatan yang identik dilakukan pada bulan Suro. Biasanya pusaka tersebut berbentuk keris, tombak, pisau dan benda-benda pusaka lainnya.

Tradisi ini banyak dilakukan di berbagai tempat di pulau Jawa, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan juga Yogyakarta.

Baca Juga : Cerita Horor Sempat Viral Sewu Dino atau Seribu Hari Bagian 3, Santet seribu hari memiliki dua arah dan Sangat Kuat

5. Ritual Tapa Bisu Mubeng Beteng

Ritual Tapa Bisu Mubeng Beteng adalah ritual mengelilingi benteng keraton yang berjarak lima kilometer dan dilakukan dengan membisu atau tanpa bicara, makan dan minum, dan tanpa alas kaki. Ritual ini biasanya diikuti oleh masyarakat dari berbagai golongan.

Baca Juga : Cerita Horor Sempat Viral Sewu Dino atau Seribu Hari Bagian 2, Jangan Membuka Pintu Pada Malam Hari

Itu tadi merupakan ulasan tentang malam satu suro, gimana menurut kalian percaya atau tidak? tapi percaya atau tidak mitos serta ritual malam satu suro tersebut kembali lagi kepada kepercayaan kalian masing-masing, dan yang pasti kita harus selalu tetap menghormati kepercayaan masyarakat lainnya. Karena memang bagaimanapun segala bentuk mitos serta ritual yang diadakan di malam satu suro ini merupakan salah satu dari sekian banyaknya kekayaan budaya bangsa kita./(MAN)

Editor: Radiyatun
    Bagikan  

Berita Terkait