Memasuki kawasan Desa Adat Ratenggaro, Seperti Kembali 4.500 Tahun Yang Lalu

Wisata —Selasa, 26 Oct 2021 14:31
    Bagikan  
Memasuki kawasan Desa Adat Ratenggaro, Seperti Kembali 4.500 Tahun Yang Lalu
Memasuki kawasan Desa Adat Ratenggaro, Seperti Kembali 4.500 Tahun Yang Lalu/Pinterest

POSTMALANG



Halo Kawan Post, jika kalian ingin berwisata dengan suasana pantai juga bermain air ke tambah wawasan budaya meluas, kalian tinggal datang aja ke Kampung Adat Ratenggaro, kampung adat paling Instagrammable di Sumba. Selain karena bangunan rumahnya punya menara tinggi menjulang hingga 20-35 m, dan juga karena lokasinya yang di atas tebing laut dengan hamparan muara dan pantai serta laut lepas.


Baca juga: Beberapa Jenis Upacara dan Pameran Yang Ada Dalam Festival Erau

Baca juga: Ulasan Sepintas Museum Ullen Sentalu


Jika kawan Post memasuki kawasan Desa Adat Ratenggaro, pasti kawan serasa kembali ke jaman megalithikum sekitar 4.500 tahun yang lalu di mana masih terdapat kuburan batu tua di sekitar perkampungan. Ratenggaro sendiri memiliki arti yaitu ‘Rate’ yang berarti kuburan, sedangkan ‘Garo’ yang artinya orang-orang Garo. Jadi konon katanya dahulu kala ketika masih terjadi perang antar suku, suku dari orang yang sekarang menjadi penghuni desa ini berhasil merebut wilayah desa orang-orang Garo. Pada zaman itu, suku yang kalah perang akan dibunuh dan dikubur di tempat itu juga. Terdapat 304 buah kubur batu dan 3 di antaranya berbentuk unik dan terletak di pinggiran laut. Ukuran dan pahatan pada tiap kubur batu semakin menambah kesan magis dan mendalam pada peninggalan leluhur. Bentuknya yang menyerupai meja datar dan berukuran besar terlihat sangat kokoh meskipun setiap harinya selalu terkena hantaman angin kencang dari arah laut yang terletak di belakang kampung. Selain batu kubur leluhur atau raja, terdapat pula batu kubur warga Ratenggaro lainnya dengan ukuran yang lebih kecil.

Dan nyatanya Desa Adat Ratenggaro menyimpan beraneka macam keindahan alam dan keragaman budayanya. Lokasinya yang berada di ujung selatan Pulau Sumba menyuguhkan pesisir pantai yang indah. Berada di dekat pantai, dengan didukung rumah-rumah tradisional Desa Adat Ratenggaro yang luar biasa indahnya. Desain arsitektur tradisional dapat terlihat dengan jelas bahkan dari jarak yang cukup jauh. Hal ini dipengaruhi oleh kepercayaan utama masyarakat Desa Adat Ratenggaro yaitu marapu. Marapu menjadi kepercayaan pemujaan terhadap para leluhur yang masih sangat dipegang teguh. Rumah penduduk didesain dengan konsep rumah panggung dan memiliki menara atap yang menjulang tinggi. Bahkan rumah adat Ratenggaro menjadi rumah adat tertinggi di Pulau Sumba. Menara yang menjulang tinggi tersebut merepresentasikan status sosial dan bentuk penghormatan terhadap arwah para leluhur sehingga fungsi rumah selain sebagai tempat tinggal juga berfungsi sebagai sarana pemujaan.


Baca juga: Resep Khas Babat Gongso Semarang

Baca juga: Es Soda Gembira Bikin Hati Riang


Berikut 6 daya Tarik Desa Adat Ratenggaro :

 

  • Deretan Rumah Adat Yang Unik
  • Mengunjungi Rumah Adat Yang Sakral
  • Melihat kubur Batu
  • Indahnya Pantai Ratenggaro
  • Berbelanja Shouvenir Khas Sumba
  • Menyaksikan Upacara Adat Khas Pasola


Itulah ulasan singkat mengenai Kampung Adat Ratenggaro, selain berlibur di pantai kalian mendapat wawasan budaya yang begitu menarik kawan Post. (KK)


Editor: Syahrul
    Bagikan  

Berita Terkait