Mengenal Tradisi Petik Laut dari Banyuwangi Jawa Timur yang Digelar Setiap Bulan Suro

Pendidikan —Rabu, 29 Dec 2021 13:38
    Bagikan  
Mengenal Tradisi Petik Laut dari Banyuwangi Jawa Timur yang Digelar Setiap Bulan Suro
Ritual Unik dari Banyuwangi Jawa Timur, Petik Laut | Pinterest

POSTMALANG – Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia dengan memiliki beragam cerita dan tradisi yang sudah terun temurun. Tradisi yang digelar pada waku-waktu tertentu ini memiliki tujuan yang berbeda-beda.

Seperti di Banyuwangi, Jawa Timur terdapat tradisi yang unik dan dikenal dengan sebutan petik laut. Petik laut merupakan sebuah ritual atau upacara adat yang dilakukan sebagai rasa syukur kepada Tuhan.

Pada umumnya, ritual atau tradisi petik laut digelar di seluruh pulau Jawa. Masyarakat sekitar mempercayai jika kita melakukan ritual tersebut kita akan mendapatkan keberkahan rezeki maupun keselamatan.

Baca juga: Cara Membuat Mendol Tempe Makanan Khas Malang dengan Aroma Jeruk

Pada awalnya ritual ini berkaitan dengan kehadiran warga Madura yang dikenal sebagai pelaut. Maka dari itu, ritual ini diawali dengan pembuatan sesaji oleh sesepuh nelayan yang merupakan keturunan warga Madura.

Sesaji yang utama dalam ritual petik laut yakni kepala kambing kendit atau kambing yang memiliki kepala berawarna hitam sedangkan tubuhnya berwarna putih. Warna kambing tersebut melambangkan sifat baik atau buruknya manusia.

Selain kambing dalam ritual ini digunakan beberapa sesaji lainnya seperti ayam jantan hidup, pisang raja, kemenyan berisi kapur, sirik, tembakau, serta beberapa jajanan pasar.

Baca juga: Eco Green Park Batu, Objek Wisata yang Diincar Banyak Wisatawan

Tradisi petik laut ini bertujuan untuk bersyukur atas hasil para nelayan selama satu tahun. Biasanya tradisi ini dilakukan setiap 15 Muharram/Suro penanggalan Jawa. Tradisi ini cukup unik karena para nelayan akan menjejerkan kapal miliknya.

Tetapi, ada satu kapal yang berisikan sesajen dan nantinya kapal tersebut akan berlayar ke laut lepas. Ketika dipertengahan laut atau sampai di laut lepas, kapal yang membawa sesajen tersebut akan dihanyutkan.

Tradisi petik laut akan diakhiri dengan berdoa bersama yang dipimpin oleh sesepuh setempat. Petik laut sendiri yaitu tradisi atau ritual adat setempat. (PUT)

Baca juga: Rahasia Dibalik Kelezetan Rawon Sapi Makanan Khas Jawa Timur

Editor: Putri
    Bagikan  

Berita Terkait