Pemprov Jateng Bantu Warga yang Kehilangan Hunian Akibat Bencana Alam

News —Selasa, 30 Aug 2022 13:14
    Bagikan  
Pemprov Jateng Bantu Warga yang Kehilangan Hunian Akibat Bencana Alam
Pemerintah Provinsi Jateng melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) bersama Pemkab Brebes sebagai pengusul, membangun rumah bagi korban bencana banjir Sungai Keruh.* (FOTO: I

POSTMALANG (KAB. BREBES),- Masih terlintas dalam benak Muhamad Jeni (44), peristiwa duka yang dialaminya pada Februari 2022 silam. Saat itu, rumah tinggalnya di bantaran Sungai Keruh, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Brebes, diterjang banjir bandang. Rumah yang ditempati bersama keluarga bersama puluhan rumah warga lainnya luluh lantak oleh bencan alam ini.

Sejak saat itu, lelaki buruh lepas ini tak tahu harus berbuat apa. Dia bersama istri dan dua anaknya sementara tinggal di rumah kontrakan.

''Jujur saja, selama tinggal di rumah yang dekat sungai, tidur tidak begitu nyenyak. Namun Alhamdulillah, kami akhirnya direlokasi,'' kata Jeni.

Selangkah lagi, Jeni akan memiliki rumah baru di lokasi yang baru di RT 8/RW 4 Dukuh Karangtuang, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu. Rumah tersebut dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jateng melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) bersama Pemkab Brebes sebagai pengusul. Pekan depan, peletakan batu pertama pembangunan rumah untuk 32 KK korban bencana banjir Sungai Keruh akan dibangun dengan model rumah Ruspin.

Jeni tak sendiri. Di wilayah Wonogiri, Tukijan (65) dkk bersama 13 KK yang sebelumnya transmigrasi ke Aceh, kini kembali ke kampung halamannya. Mereka adalah bagian dari ratusan KK berbagai daerah di Tanah Air yang eksodus dari Aceh.

''Saat kami pulang ke Wonigiri, kami ditempatkan di hunian sementara. Tapi karena huntara yang kami tempati status tahahnya milik pemerintah, akhirnya kami direlokasi ke tempat yang lebih aman dan lapang,'' kata Tukijan.

Baca juga: Singo Edan Takluk

Blantik kambing itu kini bisa tinggal nyaman di Dusun Pakem, Desa Watuageng, Kecamatan Baturetno. Dia bersyukur dan berterima kasih kepada Pemprov Jateng, pemkab yang memberikan bantuan uang untuk penyediaan material rumah dan  untuk membayar tenaga kerjanya.

Irfanuddin SHut, Sub Koordinator Perumahan Formal dan Model Dinpeswaskim Brebes menjelaskan, ketika warga yang kehilangan rumah akibat bencana banjir Sungai Keruh, pemkab langsung bergerak.

''Kami berusaha menjembatani kepentingan warga, dengan Pemprov yang memiliki program penanganan pasca-bencana. Dan Alhamdulillah, ada 32 KK yang bersedia direlokasi ke tempat baru yang lebih aman dan nyaman untuk tempat tinggal,'' kata Irfan melansir dari Suarabaru.id.

Dia mengatakan, seluruh bangunan menggunakan sistem Ruspin (Rumah Unggul Sistem Panel Intan).  Perakitan panel Ruspin oleh warga secara gotong royong. Keunggulan dari Ruspin adalah tahan gempa hingga 8 skala Richter dan cocok untuk wilayah rawan bencana.

Baca juga: Hawaii Waterpark, Seru-seruan Bermain Air di Malang

Bantuan

Data Disperakim Jateng menyebutkan, selain Brebes, dan Wonogiri, Pemprov juga membantu bencana tanah gerak di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah,  Kabupaten Tegal Februari 2022 lalu. Peristiwa itu merusakkan 200 rumah, baik itu kerusakan  ringan,  sedang, maupun kerusakan berat. Ratusan orang mengungsi ke Huntara dan tenda-tenda yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Tegal.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo pun memberikan empati dan rasa peduli kepada warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Dermasuci. Dia mengatakan akan segera membangun rumah permanen untuk mereka.

Namun, dia juga juga mengingatkan warga untuk tidak lagi membangun rumah dan menempati lokasi tanah bergeser untuk pemukiman.

Menurut Ganjar, bantuan tersebut sebagai komitmen membantu warga Jateng  yang terkena bencana alam, dalam hal ini menyangkut kepentingan rumah tinggal.

Baca juga: Malang Night Paradise, Wisata Malam Terbesar di Jatim

Pemerintah Provinsi Jateng melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) bersama Pemkab Brebes sebagai pengusul, membangun rumah bagi korban bencana banjir Sungai Keruh.* (FOTO: Istimewa)



“Hari ini kami menyerahkan bantuan kepada korban. Harapannya segera bisa digunakan untuk membangun karena lahan sudah disiapkan oleh Pemkab. Bantuan ini ada dari Pemprov, Baznas, dan PMI kabupaten/kota. Ini perwujudan   gotong royong,'' kata Ganjar.

Mengacu data Disperakim Jateng, penggunaan Ruspin pada Bantuan Stimulan Pembangunan Baru (PB) oleh Pemprov Jateng untuk Bansos PB RSS mencapai 1.259 unit,  Bansos Relokasi Program 331 unit dan Bansos PB Bencana 173 unit.

Ada pun kriteria penerima manfaat ini adalah masyarakat terdampak bencana, terdaftar BDT, kerusakan rumah minimal kerusakan berat (tingkat kerusakan 70-100 persen). Mekanisme bantuan berupa barang bangunan/material dengan sistem pembelanjaan yang dilakukan  oleh kelompok masyarakat (Pokmas).* (SOLIKUN)

Baca juga: Kondisi Irigasi Berkinerja Baik Saat Ini Mencapai 82,60 persen

Editor: Widya
    Bagikan  

Berita Terkait