Upaya Penerjemahan Kitab Babad Padjadjaran, Momentum Membuka Sejarah Jawa dan Sunda

News —Sabtu, 16 Apr 2022 20:28
    Bagikan  
Upaya Penerjemahan Kitab Babad Padjadjaran, Momentum Membuka Sejarah Jawa dan Sunda
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkunjung ke kediaman budayawan Butet Kartaredjasa.* (FOTO: Biro Adpim Jabar)


POSTMALANG (KOTA YOGYAKARTA),- Kitab Babad Padjadjaran menjadi saksi bisu sejarah terkait hubungan kultural Sunda dan Jawa.  Gubernur Ridwan Kamil menyatakan Jabar siap membantu upaya penerjemahan kitab Babad Padjadjaran dari bahasa Jawa kuno ke bahasa latin dan Indonesia, sebagai literasi sejarah nusantara.  Hal itu dikatakan Gubernur saat bertemu budayawan Bambang Ekoloyo Butet Kartaredjasa yang akrab dipanggil Butet Kartaredjasa di kediamannya, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (06/04/2022).

Butet menyambut baik niat Jabar untuk mendukung penerjemahan kitab. Selain momentum membuka sejarah antara Jawa dan Sunda, juga dapat mencairkan sisa-sisa pertikaian pada masa lampau. Kemudian pelaku sastra Jawa makin bergairah dalam mencipta karya di tengah pandemi. Penerjemahan kitab Babad Padjadjaran penting guna mengetahui sejarah dengan lebih pasti dalam konteks hubungan kultural antara Sunda dan Jawa.

"Tentu ini akan melibatkan kawan kawan dari sastrawan, penyair mungkin, untuk menarasikan dalam bentuk prosa, sehingga orang Jawa, orang Sunda bisa membaca nilai-nilai kearifan budaya dari kitab yang ditulis oleh para pujangga Jawa di masa lalu," ujarnya.

Butet Kartaredjasa mengaku terkejut dengan kedatangan Gubernur Jabar sekaligus kawan lamanya. Perjumpaan terakhir keduanya  sudah cukup lama.

Baca juga: Kuliah Subuh Bersama Mualaf Center Indonesia di Masjid Jagokariyan

"Surprise banget saya ketamuan Kang Emil, kawan lama saya sebelum jadi pejabat, sebagai sesama orang seni, beliau arsitek. Ini adalah hal inspiratif yang tercetuskan dalam percakapan ini tentang semacam rekonsiliasi kultural Jawa dan Sunda. Kalau mengingat sejarah, mitos, itu ada ketegangan dua kultur antara Jawa dan Sunda," ujarnya.

“Ini adalah tahap dua (kerja sama) dengan non- Government, wujudnya community to community," ujar Ridwan Kamil.

Kerja sama budaya Jabar - DIY sudah dimulai dengan saling kunjungan gubernur masing - masing Desember 2021. Diawali dengan sowan Gubernur Ridwan Kamil yang dibalas dengan napak tilas Sri Sultan Hamengkubuwono X sekaligus pertemuan budaya di Kota Bandung. Kini di awal 2022, Ridwan Kamil ingin memperkuat jalinan kerja sama.

"Di tahun 2022 seiring COVID-19 yang surut kami ingin ada kerja sama kegiatan antara seniman Yoyakarta dengan Jawa Barat. Secara konkret ada cerita tentang Padjadjaran dalam satu kitab yang belum tahu isinya apa, karena bahasa Jawa kuno,” ungkap Ridwan Kamil.* (bersumber dari siaran pers / TISHA S KANILAH)

Baca juga: Misteri Mengundang Penasaran, Kematian Alda Risma dan Nike Ardilla di Indonesia, Serta Aktris Thailand RIP Tangmo Nida

Editor: Zizi
    Bagikan  

Berita Terkait