Dari Gunung Salak “Kisah Pocong Ririn” Dimulai, Baca Bagian 7

Horor —Jumat, 20 May 2022 15:09
    Bagikan  
Dari Gunung Salak “Kisah Pocong Ririn” Dimulai, Baca Bagian 7
Ilustrasi.* (FOTO: Pinterest)


POSTMALANG,- Penampakan dari Pocong Ririn benar-benar bikin semua orang merinding. Wajahnya pucat pasi, hidungnya di sumpal kapas dan kain kafannya kotor seperti mayat yang digali berkali-kali.

Diketahui, Ririn 3 bersaudara. Ririn anak terakhir dan memiliki dua kakak, perempuan dan laki-laki. Kakak Ririn yang laki-laki tewas dalam kecelakaan balap liar ulah jin penguasa tambang. Sedangkan kakak Ririn yang perempuan sedang berkuliah di Australia.

Mantel yang menjadi sarang jin penguasa itu adalah hadian ulang tahun dari kakak Ririn untuk bapaknya. Kakak Ririn membelinya di Singapura, dan ternyata limited edition hanya ada 100 mantel saja. Pembeli mantel ini pun hanya dari kalangan orang kaya.

Kakak Ririn yang di Australia tidak mengetahui tentang Ririn yang menjadi pocong. Hingga akhirnya ia menelepon Ririn pada tengah malam. Ririn yang tengah malam berubah jadi pocong jelas tidak bisa mengangkatnya. Aria yang sedang menjaga Ririn pun berinisiatif menangkatnya.  Sejak saat itulah Kakaknya Ririn mengetahui semua masalah keluarganya.

Inilah alasan mengapa bapak Ririn bersikeras agar ia membeli mantel yang sama persis seperti mantel sebelumnya. Selama ini, ia hanya tahu bahwa kakek dan adik laki-lakinya tewas sakit dan kecelakaan. Ia sama sekali tidak mengetahui kalau itu adalah ulah jin penguasa tambang.  Tanpa berpikir panjang, Kakak Ririn langsung pulang kembali ke Jakarta. Ia sangat sedih mengetahui nasib adiknya yang nyawanya sedang terancam itu.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Jelang Idul Adha

Kakak Ririn dan Aria menemani Ririn saat malam hari. Aria menemani Ririn selama 5 Hari. Dari hari Rabu hingga hari Minggu. Ririn sendiri saat sedang siang hari tidak sadar kalau saat tengah malam jadi pocong. Dia hanya tau bahwa dia kemping, kecelakaan dan masuk rumah sakit. Ia hanya selalu merasa mengalami mimpi buruk.

Melihat nasib adiknya, kakaknya bersumpah akan mendapatkan mantel walau harus ditukar dengan nyawanya. Bapaknya Ririn juga akan memberikan apapun yang diminta pemilik mantel.

Kakak Ririn pun meminta info soal para pembeli mantel ke tokonya di Singapura. Setelah susah payah mendapatkan daftar siapa saja pembelinya, kakak Ririn Bersama Aria mendatangi alamat pembeli yang ada di Jakarta.

Pencarian mantel pun tidak segampang membalikan telapak tangan. Prosesnya sangat panjang dan penuh liku-liku. Karena barangnya sudah lama, pembelinya banyak yang sudah pindah.

Singkat cerita, setelah mendapatkan informasi, Kakak Ririn bertemu dengan seorang ibu-ibu yang juga memiliki mantel yang sama dengan bapak Ririn.

Baca juga: Kasus Kematian Artis Cantik Thailand Penuh Misteri (Bagian 2), RIP Nida Tangmo

Tanpa basa basi, kakak Ririn langsung bertanya sambil menunjukan gambar mantel yang dimaksud, “Maaf, ibu punya mantel seperti ini?”

“Iya, memangnya kenapa?” jawab ibu.

Tanpa ba bi bu, kakak Ririn langsung bertanya apakah mantelnya boleh dibeli atau tidak.

Ibu tadi langsung marah dan bersikeras mantel itu tidak untuk dijual kembali.

Kakak Ririn pun langsung meminta maaf dan segera menjelaskan secara panjang lebar apa yang sedang terjadi.  Termasuk apa alasan ingin membeli mantel yang sama. Ia bahkan sampai bersujud agar Ibu mau menjualnya. Berapapun dia akan bayar. Bahkan saat itu Kakak Ririn sudah siap dengan kartu kredit, juga mobilnya.

Si  ibu yang terharu dan merasa sedih, akhirnya memberikan mantel itu secara gratis untuk Ririn. “Mantel ini buat kamu, semoga adek kamu cepet sembuh,” ucap si Ibu.

Bagaimana kelanjutannya? Tunggu di “Kisah Pocong Ririn” bagian 8.* (sumber: Twitter  @arangga_aria / PARISAINI R ZIDANIA)

(Tulisan di atas belum dipastikan kebenarannya.  Pembaca agar dapat mengambil hikmah dari semua kejadian.  Dimohon tidak mengikuti hal yang menyebabkan sesat dan menimbulkan kerugian.)

 

Baca juga: Dari Gunung Salak “Kisah Pocong Ririn” Dimulai, Baca Bagian 6

Editor: Zizi
    Bagikan  

Berita Terkait